TRENGGALEK, bioztv.id – Leptospirosis, atau penyakit yang disebabkan kencing tikus telah menyerang ratusan warga di Jawa Timur, bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia. Wabah ini muncul akibat bakteri Leptospira yang biasanya mengendap di kencing tikus. Bakteri itu juga diketahui bisa bersarang di darah hewan yang terinfeksi.
Berdasarkan keterangan Plt Kepala Dinas Kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Trenggalek, penyakit Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Saat terinfeksi penyakit kencing tikus ini, gejala pada manusia biasanya mirip dengan flu, namun lebih parah. yakni bisa menyebabkan demam, sakit kepala, panas dingin, nyeri otot, mual, muntah, dan lain sebagainya. Jika tidak diobati dengan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan gagal ginjal, hingga mengancam nyawa.
Lebih lanjut Plt Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek dr.Sunarto, menyampaikan, jika mengalami gejala seperti terinfeksi penyakit Leptospirosis, pihaknya menghimbau agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga bisa dilakukan penanganan sejak dini sebelum bertambah parah. Pasalnya, jika kondisinya sudah terlalu parah hingga gagal ginjal, penyakit ini juga sulit disembuhan.
Sekedar diketahui bahwa, sesuai data yang dihimpun Dinas Kesehatan Pemprov jatim, Hingga awal bulan Maret tahun 2023 ini ada 249 kasus penyakit leptospirosis. Kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Pacitan dengan jumlah mencapai 204 kasus. bahkan 6 pasien diantaranya meninggal dunia. Kemudian di Kabupaten Probolinggo ada 3 kasus. Sedangkan 2 pasien juga sudah meninggal dunia. Di Kota Probolinggo ada 5 kasus dan 1 pasien diantaranya juga meninggal dunia. Di Kabupaten Gresik juga ditemukan ada 3 kasus. Di Kabupaten Lumajang ada 8 kasus. Di Kabupaten Sampang ada 22 kasus, dan di Kabupaten Tulungagung ada 4 kasus.
Views: 125
















