TRENGGALEK, bioztv.id – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) masih terlalu jauh dari target, retorika OPD penghasil PAD belum bisa diterima Komisi 2 DPRD Trenggalek. Pasalnya, saat ini sudah hampir pertengahan tahun, namun capaian PAD masih dibawah 30% dari target. Sementera itu sejjumlah OPD sibuk beretotika dengan alasannya.
Dari hasil rapat kerja Komisi 2 DPRD Trenggalek bersama sejumalh OPD penghasil PAD, diketahuin jika capaian pendapatan daerah dari bulan ke bulan masih sangt rendah. Jika tetap seperti ini , dikhawatirkan target PAD tidak bisa terpenuhi. Pada bulan keempat atau di semester pertama ini pendapatan dari semua OPD masih dibawah angka 30% dari target. Padahal, idealnya saat ini minimal sudah mencapai sekitar 35%. Minimnya pendapatan menunjukkan jika kinerja OPD penghasil masih sangat kurang.
Ketua Komisi 2 DPRD Trengalek, Mugianto menampaikan, dari temuan tersebut ihaknyaI meminta agar OPD penghasil lebih memaksimalkan kinerja. Terutama pada petugas pungut pajak dan retribusi. Terkait hal ini, agar lebih sportif, disiplin dan bekerja keras maka perlu pengawalan dan pengawasan langsung dari OPD penghasil. Selain itu, Bupati juga harus ikut mengawal dan membina kinerja OPD tersebut.
Mugianto juga menambahkan,Terkait minimnya capaian PAD hingga bulan ke 4 ini, pihaknya meminta agar Kepala Dinas bertanggungjawab untuk membimbing dan mengarahkan anak buahnya. Ia juga menekankan agar ASN jangan hanya menuntut hak saja, tapi tanggungjawab juga harus dierhatikan dan dipenuhi terlebih dahulu. Hal ini du]imaksudkan agar ASN atau petugas tidak seenaknya membuat retorika alasan saja.
Views: 81
















