TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memaparkan kinerja anggaran tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD. Meski berhasil mencatat capaian pendapatan yang hampir menyentuh target sempurna, pemerintah juga menghadapi sorotan terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang mencapai Rp83,3 miliar.
Pemerintah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan daerah selama satu tahun terakhir. Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, menegaskan bahwa laporan ini menjadi bukti transparansi kepada publik.
“Alhamdulillah, secara prinsip penggunaan anggaran 2025 berjalan dengan baik. LKPJ ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kami atas setiap rupiah yang kami gunakan,” ujar Syah.
Pendapatan Daerah Nyaris Sempurna
Pemkab Trenggalek mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp1,933 triliun atau 99,85 persen dari target Rp1,936 triliun. Capaian ini menunjukkan performa fiskal yang sangat solid.
Berikut rincian sumber pendapatan daerah:
- Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp353,17 miliar
- Pendapatan transfer: Rp1,56 triliun
- Lain-lain pendapatan sah: Rp13,94 miliar
Pendapatan transfer masih mendominasi dan menjadi penopang utama keuangan daerah.
Belanja Daerah Belum Terserap Maksimal
Di sisi belanja, pemerintah merealisasikan anggaran sebesar Rp1,85 triliun atau 94,28 persen dari total pagu Rp1,96 triliun. Meski tergolong tinggi, serapan ini belum mencapai 100 persen.
Komposisi belanja meliputi:
- Belanja operasi: Rp1,47 triliun
- Belanja transfer: Rp273,54 miliar
- Belanja modal: Rp103,85 miliar
- Belanja tidak terduga: Rp752,6 juta
Capaian ini menunjukkan pemerintah telah menjalankan belanja secara optimal, meski masih menyisakan ruang perbaikan dalam penyerapan anggaran.
Silpa Rp83,3 Miliar Jadi Sorotan
Besaran Silpa sebesar Rp83,3 miliar menjadi perhatian utama dalam rapat paripurna. Dalam praktik keuangan publik, angka Silpa yang tinggi sering menunjukkan adanya program yang belum berjalan maksimal atau efisiensi yang belum diarahkan kembali ke kebutuhan pembangunan.
Pemerintah mencatat Silpa tersebut dalam penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp83,41 miliar. Selain itu, pemerintah juga mencatat pengembalian pinjaman daerah sebesar Rp81,76 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp56,49 miliar.
Infrastruktur Jalan Masih Jadi PR
Meski capaian fiskal terlihat positif, pemerintah mengakui manfaat anggaran belum merata di semua sektor. Permasalahan infrastruktur jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat.
“Kami mengakui belum semua persoalan bisa kami selesaikan. Kondisi jalan di wilayah Trenggalek masih banyak yang memerlukan perbaikan serius,” ungkap Syah.
Evaluasi untuk Perencanaan Lebih Tepat
Melalui LKPJ ini, Pemkab Trenggalek mendorong DPRD dan masyarakat untuk memberikan masukan kritis. Pemerintah ingin memperbaiki perencanaan anggaran ke depan agar lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu menekan Silpa agar dana tidak mengendap dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(CIA)
Views: 24
















