Ziarah Jelang Idul Fitri, Nenek Wagini Hilang 12 Hari Ditemukan Meninggal di Tebing Gunung Manik Oro

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Tim SAR gabungan mengakhiri pencarian panjang selama hampir dua pekan terhadap seorang lansia di Trenggalek dengan kabar duka. Mereka akhirnya menemukan Nenek Wagini (86), warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, dalam kondisi meninggal dunia di tebing terjal Gunung Manik Oro, Minggu (29/3/2026).

Nenek Wagini sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius sejak 18 Maret 2026. Peristiwa malang ini bermula saat korban mengikuti kegiatan ziarah makam keluarga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Penemuan Jasad oleh Pencari Rumput

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, mengungkapkan bahwa seorang warga yang sedang mencari rumput di kawasan hutan pertama kali menemukan jasad korban.

“Warga menemukan korban sekitar pukul 15.45 WIB di lereng Gunung Manik Oro. Lokasinya cukup jauh, sekitar 15 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang,” ujar Bayu.

Evakuasi Dramatis di Medan Curam

Jasad korban berada di wilayah Dusun Pesu, Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak. Medan yang sangat curam dan sulit dijangkau menjadi tantangan berat bagi tim SAR saat melakukan evakuasi.

Begitu menerima laporan, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 17.18 WIB. Petugas bergerak ekstra hati-hati karena tingginya risiko di tebing tersebut.

“Setelah berhasil mengevakuasi, kami langsung menyerahkan jasad korban ke pihak berwenang untuk dibawa ke RSUD dr. Soedomo guna penanganan lebih lanjut,” jelas Bayu.

Tim SAR kemudian menutup operasi pencarian pada pukul 18.00 WIB setelah melakukan sesi debriefing pasca-penemuan.

Kilas Balik: 12 Hari Pencarian Tanpa Lelah

Sejak hari pertama Nenek Wagini menghilang, warga desa bersama tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran intensif siang dan malam. Mereka menyisir area mulai dari pemakaman umum hingga masuk jauh ke kawasan hutan di sekitar desa.

Namun, upaya tersebut sempat menemui jalan buntu selama berhari-hari.

“Awalnya kami memfokuskan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, termasuk area hutan terdekat. Namun, kami belum menemukan korban saat itu,” tambahnya.

Kronologi Hilangnya Nenek Wagini

Peristiwa memilukan ini bermula saat korban mengikuti tradisi ziarah massal bersama keluarganya di pemakaman umum Desa Ngadimulyo. Saat rombongan hendak pulang, keluarga menyadari Nenek Wagini sudah tidak berada di lokasi.

Keluarga yang panik segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang, yang kemudian memicu operasi pencarian skala besar.

Kolaborasi Lintas Unsur

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar berhasil mengevakuasi korban melalui kolaborasi yang solid. Peran warga yang memahami medan ekstrem pegunungan Kampak turut membantu kelancaran proses pencarian hingga evakuasi.(CIA)

Views: 180