Tradisi Ratusan Tahun di Trenggalek, Kirab 1000 Ketupat Siap Meriahkan Kupatan Durenan Besok

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Kemeriahan Idulfitri di Trenggalek justru mencapai puncaknya pada H+7 Lebaran atau Tanggal 8  Syawal. Kecamatan Durenan bersiap menggelar tradisi legendaris yang telah bertahan lebih dari dua abad: Hari Raya Ketupat.

Tahun ini, warga akan mengarak gunungan berisi ribuan ketupat dalam kirab budaya megah pada Sabtu, 28 Maret 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Tradisi ini bukan sekadar simbol silaturahmi, melainkan magnet wisata budaya yang selalu menyedot ribuan pasang mata.

Tiga Tumpeng Raksasa: Simbol Kesuburan dan Berkah

Panitia penyelenggara menyiapkan tiga tumpeng utama dengan filosofi berbeda untuk memanjakan pengunjung dan warga. Rahmat Rizal Wiyadi mengungkapkan bahwa setiap tumpeng memiliki karakter khas.

“Kami menyiapkan tiga jenis tumpeng. Ada Tumpeng Laki-laki yang berisi sekitar seribu ketupat, Tumpeng Perempuan yang melambangkan kesuburan dengan isian sayur dan buah, serta Tumpeng Jajanan khusus untuk anak-anak,” ujar Rizal.

Yang menarik, warga Dusun Durenan menghasilkan ribuan ketupat ini melalui gotong royong murni. Setiap rumah menyumbangkan minimal empat ketupat, bahkan sering kali jumlahnya melampaui target seribu.

Nafas Gotong Royong Sejak Awal Ramadan

Semangat kebersamaan menjadi mesin penggerak tradisi ini. Warga tidak hanya menyumbang makanan, tetapi juga bergotong royong menyiapkan rangka tumpeng hingga menggalang dana secara swadaya.

Warga memulai persiapan sejak awal bulan Ramadan. “Kami bergerak sejak awal puasa, mulai dari koordinasi dengan pemuda setempat hingga mencari dukungan donatur agar acara tahun ini lebih meriah,” tambah Rizal.

Rute Kirab dan Ritual Doa di Pondok Pesantren

Rombongan kirab akan berangkat dari kediaman Kepala Desa Durenan. Mereka kemudian menyusuri jalan perkampungan ke arah utara dan berbelok ke barat.

Sepanjang perjalanan, rombongan akan singgah di Pondok Pesantren Babul Ulum. Di lokasi ini, Abdul Fattah Mu’in akan memimpin doa bersama untuk memohon keberkahan sebelum kirab berakhir di Lapangan Durenan. Rute ini menjadi ruang interaksi hangat antara peserta kirab dan wisatawan yang memadati pinggir jalan.

Lebih dari Tradisi: Pesta Rakyat dan Wisata Kuliner Gratis

Kupatan Durenan memiliki ciri khas unik, yakni tradisi “anjang sana-sini” atau saling berkunjung antar rumah secara masif pada hari ketujuh Lebaran.

Selain kirab, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung:

  • Bazar UMKM yang menampilkan produk lokal unggulan Trenggalek
  • Pertunjukan seni, mulai dari hadrah hingga barongsai
  • Parade maskot hasil kreativitas pemuda setempat

Destinasi Wajib Wisatawan Luar Daerah

Kini, Kupatan Durenan telah bertransformasi menjadi magnet wisata nasional. Wisatawan dari berbagai kota datang untuk merasakan sensasi makan ketupat bersama secara gratis—sebuah simbol kedermawanan dan keramahan warga Trenggalek.

Di tengah gempuran modernisasi, warga Durenan membuktikan bahwa tradisi berusia 200 tahun tetap hidup dan relevan, bahkan menjadi identitas budaya yang mampu menarik perhatian luas.(CIA)

Views: 30