TRENGGALEK, bioztv.id – Tanah longsor menerjang Dusun Kebon Agung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Senin pagi. Hujan deras berjam-jam menyebabkan longsor ini. Bencana ini menimbun tiga rumah dan mengancam sepuluh rumah lainnya. Enam warga hingga saat ini masih dikabarkan hilang.
Hingga kini, tim gabungan masih intensif mencari enam warga yang hilang. Mereka adalah Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi, dan Torik. Meskipun belum ada laporan korban jiwa atau luka, sekitar 30 jiwa atau 10 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat aman.
Camat Bendungan, Sujatmiko, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan longsor terjadi tiba-tiba saat sebagian besar warga berada di rumah.
“Benar, longsor terjadi di Dusun Kebon Agung. Saat ini enam warga belum ditemukan dan tim gabungan Tagana, BPBD, aparat desa, dan masyarakat sekitar terus melakukan pencarian,” ujar Sujatmiko.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang sedang dinas luar kota, menyampaikan imbauan melalui akun Instagram @avinml. Ia meminta masyarakat mendoakan keselamatan warga terdampak dan meminta maaf atas kekurangan penanganan bencana.
“Mohon doa untuk longsor di Dusun Kebon Agung, Desa Depok, Bendungan. Kami sedang berupaya membuka akses dan evakuasi. Semoga tidak ada korban jiwa. Mohon maaf atas kelemahan kami,” tulis Bupati Arifin.
Mas Ipin, sapaan akrab Bupati, juga menginstruksikan mobilisasi semua sumber daya. Ia meminta Basarnas Trenggalek memimpin operasi evakuasi korban.
“Sampai ketemu, stay safe semuanya, bismillah. Enam orang dalam pencarian, Al-Fatihah,” tulis Mas Ipin di akun Instagramnya.
Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi Tagana Trenggalek melaporkan kerusakan berat pada 10 rumah. (CIA)
Views: 425

















