Beranda Business Modal Pengalaman Pribadi, Kerajinan Kulit Karya Pemuda Trenggalek Tembus Pasar Metropolitan

Modal Pengalaman Pribadi, Kerajinan Kulit Karya Pemuda Trenggalek Tembus Pasar Metropolitan

1325

TRENGGALEK, bioztv.id – Bermodal pengalaman pribadi, pemuda asal Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, sukses bisnis kerajinan kulit. Seperti halnya sepatu, Dompet, Jaket, Ikat Pinggang dan berbagai acsesoris lainnya. Dari karyanya ini ia mampu mengantongi keuntungan hingga belasan juta rupiah dalam setiap bulannya.

Seperti inilah aneka kerajinan kulit karya WAHID BACHRUDIN, pemuda asal Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan. Ia menyulap salah satu ruang yang ada di rumahnya menjadi tempat produksi. Di lokasi ini nampak beberapa mesin jahit khusus untuk kulit. Sementara di depan ruang kerja juga terpampang puluhan lembar kulit aneka motif.

Wahid Bachrudin mengaku, keahliannya membuat aneka kerajinan kulit ini sudah ia pelajari sejak berkuliah di Akademi Teknologi Kulit Yogjakarta. Selain itu ia juga  memiliki pengalaman kerja di beberapa perusahaan pembuat produk berbahan kulit, mulai pabrik kulit, pabrik sepatu, dan pabrik tas. Kemdudian pada Tahun 2017 ia kembali ke Trenggalek dan merintis usahanya ini.

Saat awal merintis usahanya ini, Wahid Bachrudin sempat mengajari banyak orang untuk belajar membuat kerajinan berbahan kulit, utamanya sepatu. Tapi, antusiasme yang ia dapat tidak sesuai harapan. Dari semua yang ia ajari, yang bertahan hingga kini hanya tiga orang. Mereka saban hari membantu Wahid untuk membuat pesanan-pesanan kerajinan yang masuk.

Setelah tiga tahun merintis usaha kerajinan kulitnya ini, bisnis Wahid boleh dibilang berkembang. Dari awalnya fokus ke produk sepatu, kini ia membuat berbagai kerajinan yang berbahan kulit. Mulai dari dompet, jaket, cindera mata, hingga aksesori. Untung yang ia dapat dari usahanya itu juga lumayan. Saban bulan, Wahid, mampu meraup keuntungan hingga belasan juta rupiah. Untuk memasarkan produknya ini, Selama ini Wahid bachrudin mengandalkan sistem setengah konvensional, dan setengah online. Iia juga lebih mengutamakan pembuatan produk dengan berbasis pesanan. Dari hasil karyanya ini, ia mematok harga yang bervariasi, mulai dari angka ratusan ribu rupiah hingga angka jutaan rupiah. Nominal harga tersbeut tergantung jenis barang dan kerumitannya.