TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Salah satu buktinya, Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek kini menampung 67 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sekolah ini bukan sekolah biasa. Pemerintah merancang konsep Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan fasilitas pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Peminat Membludak, Kursi SMP Sudah Penuh
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap sekolah ini sangat tinggi. Saat ini, jenjang Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) sudah tidak memiliki kursi kosong.
“Untuk jenjang SMP, kami sudah mengisi penuh kuota 25 siswa,” jelas Yogyantoro
Tingginya minat masyarakat bahkan membuat sekolah harus membuka daftar tunggu bagi calon siswa. Namun pihak sekolah belum dapat menambah jumlah peserta didik karena keterbatasan fasilitas pendukung.
“Banyak calon siswa ingin mendaftar, tetapi kapasitas asrama kami belum mencukupi untuk menampung mereka,” tambahnya.
Meski demikian, sekolah masih membuka peluang bagi calon siswa pada jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD). Saat ini masih tersedia sekitar delapan kursi bagi siswa baru.
Seleksi Ketat Berbasis Data Kemiskinan
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pihak sekolah menerapkan seleksi ketat. Sekolah memprioritaskan anak-anak yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Kami memberikan kesempatan ini khusus bagi mereka yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” tegas Yogyantoro.
Dalam proses verifikasi, Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi ekonomi keluarga calon siswa secara objektif.
Diajar oleh Guru Berlisensi Nasional
Meski berstatus Sekolah Rakyat, kualitas tenaga pendidik di sekolah ini tetap menjadi perhatian utama. Sebanyak 15 guru profesional kini mengajar dan mendampingi proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Para guru ini bukan direkrut oleh pemerintah daerah. Sebaliknya, Kementerian Sosial menyeleksi mereka melalui proses seleksi nasional dan menetapkannya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Guru-guru kami wajib memiliki ijazah sarjana serta Sertifikat Pendidik melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG),” ungkap Yogyantoro.
Komposisi tenaga pendidik ini terdiri dari lulusan PPG prajabatan yang membawa semangat baru serta guru berpengalaman yang sebelumnya mengajar di sekolah reguler.
Dengan konsep sekolah berasrama (boarding school) dan sistem pendidikan terintegrasi, Sekolah Rakyat Trenggalek menjadi ruang harapan bagi anak-anak prasejahtera untuk merajut mimpi dan meraih masa depan yang lebih cerah.(CIA)
Views: 38
















