TRENGGALEK, bioztv.id – Sambut tahun ajaran baru, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar SD di Kabupaten Trenggalek justru mandek. Hingga akhir Juli, cakupan pemeriksaan baru menyentuh angka 1,9 persen. Dari ribuan siswa yang menjadi target, hanya sekitar 400 anak yang benar-benar diperiksa kesehatannya secara menyeluruh.
CKG termasuk dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan anak. Namun, implementasinya di daerah tampak jauh dari harapan. Pemerintah pusat menjanjikan pemeriksaan menyeluruh sejak awal tahun, tapi realisasinya masih jalan di tempat.
Fakta di lapangan menunjukkan mayoritas siswa yang sempat menjalani pemeriksaan mengalami karies gigi. Masalah ini kerap dianggap sepele, padahal berdampak serius terhadap konsentrasi belajar, tumbuh kembang, hingga kepercayaan diri anak.
“Karies gigi sudah menjadi persoalan nasional. Melalui CKG, kami ingin melakukan deteksi dan edukasi kesehatan sedini mungkin,” tegas Sulastri, Kabid Upaya Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Trenggalek.
Tim kesehatan di SD Negeri 1 Tamanan memeriksa tekanan darah, kesehatan gigi, telinga, rambut, hingga kondisi psikologis siswa. Namun, berbagai hambatan terus memperlambat laju program ini. Minimnya tenaga kesehatan, logistik terbatas, dan lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi hambatan utama.
1,9 Persen: Tanda Bahaya Serius
Pemerintah daerah menargetkan minimal 20 persen siswa mengikuti CKG tahun ini. Tapi hingga kini, hanya sebagian kecil yang terlayani. Angka 1,9 persen menjadi sinyal kuat bahwa pelayanan kesehatan dasar belum menjangkau seluruh wilayah, apalagi daerah pelosok.
“Kami berupaya agar pelaksanaan deteksi dini ini bisa merata, tidak hanya di kota, tetapi juga sampai ke pelosok desa,” ujar Sulastri.
Ia menekankan, program ini tak boleh berhenti pada slogan atau seremoni. “CKG ini harus menjadi alarm awal yang konkret, bukan hanya simbolis,” tandasnya. (CIA)
Views: 29
















