TRENGGALEK, bioztv.id – Bencana tanah longsor berskala besar kembali mengancam permukiman warga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi di Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak. Satu rumah warga dilaporkan hancur bagian dapur tertimpa material longsor, sementara tujuh rumah lainnya dalam kondisi rawan longsor susulan.
Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan besar meluncur dari perbukitan hutan hingga sejauh tiga kilometer ke area permukiman. Mayoritas pohon yang terbawa longsoran adalah jenis pinus milik Perhutani.
“Longsoran terjadi dari atas bukit, materialnya menutup sungai kecil dan membuat air meluber ke jalan serta rumah-rumah warga,” ungkap Imam Syafi’i, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wilayah Kampak, saat ditemui di lokasi kejadian.
Dapur rumah milik Supriyono (80), seorang pensiunan warga Dusun Kedungdowo, hancur tertimpa longsoran. Selain itu, dinding rumahnya mengalami kerusakan cukup parah. Demi keselamatan, tiga kepala keluarga, yakni Supriyono, Suratmi, dan Saila ,memilih mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga yang lebih aman.
“Meskipun dua rumah lain belum rusak, lokasinya sangat rawan. Makanya kami imbau untuk mengungsi sementara,” lanjut Imam.
Saat ini kondisi tanah masih labil. Aliran air yang tertahan material longsor memperbesar potensi longsor susulan. Tim BPBD bersama perangkat desa sudah melakukan pendataan awal dan memastikan ada delapan rumah warga yang berada di jalur rawan longsor berikutnya.
“Ini yang kami khawatirkan. Kalau hujan deras turun, bisa lebih parah,” jelas Imam.
BPBD Trenggalek mengimbau warga sekitar lokasi longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk. Apalagi posisi longsoran saat ini juga menutup aliran air, sehingga bisa memicu longsor susulan sewaktu-waktu.
“Kami minta warga tidak beraktivitas di sekitar titik longsor. Kalau memungkinkan, sebaiknya pindah sementara ke lokasi yang lebih aman,” pesan Imam.(CIA)
Views: 263
















