Nyekar Bareng: Tradisi Warga Karanganom Trenggalek Sambut Ramadan dengan Doa di Makam Leluhur

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Menyambut bulan suci Ramadan, ratusan warga Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, menggelar tradisi “Nyekar Bareng” atau ziarah bersama ke makam leluhur. Kegiatan yang digelar secara gotong royong ini menjadi momen sakral sekaligus edukasi bagi generasi muda untuk terus menghormati dan mendoakan para pendahulu.

Acara dimulai sejak pukul setengah tujuh pagi. Warga yang datang membawa alas duduk sendiri-sama duduk berhadapan langsung dengan makam keluarga mereka. Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin dan tahlil. Doa bersama dipimpin oleh empat tokoh sepuh dari masing-masing dusun di Desa Karanganom.

“Nyekar Bareng ini adalah tradisi turun-temurun. Dulu, masyarakat biasanya ziarah sendiri-sendiri. Kali ini, kami bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama mencoba mengemasnya secara bersama-sama agar lebih semarak,” ujar Mochamad Kamali, Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Karanganom.

Kamali menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat, terutama anak-anak, untuk terus mendoakan orang tua dan leluhur.

“Alhamdulillah, semangat masyarakat sangat besar. Semoga amalan ini membawa kita semua menuju ridho Allah SWT,” imbuhnya.

Makna Nyekar Bareng sebagai Bentuk Birrul Walidain

Nyekar Bareng tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarwarga, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur. Kegiatan ini adalah wujud Birrul Walidain, berbuat baik kepada orang tua dan para pendahulu yang sudah meninggal dunia.

“Kami memulainya dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin dan tahlil bersama,” jelas Kamali.

Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan dan semakin baik di masa mendatang. Pasalnya, kegiatan berdoa bersama, mendoakan leluhur yang sudah meninggal adalah ajaran para ulama dan leluhur terdahulu.

“Mari kita tingkatkan amalan-amalan baik ini,” pesannya.

Antusiasme Warga dan Harapan ke Depan

Warga Desa Karanganom menyambut antusias kegiatan ini. Puput Supriyanto, salah seorang warga, mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya acara dengan lancar.

“Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi dan lebih ramai. Tadi, warga sangat antusias, bahkan ada yang datang dari luar desa karena memiliki leluhur yang dimakamkan di sini,” kata Puput.

Ia berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan dan menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak yang terlibat,” tambahnya.

Tradisi yang Menjadi Pemersatu

Nyekar Bareng di Desa Karanganom tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi pemersatu masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur di tengah masyarakat Trenggalek.

“Ini adalah bukti bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur yang positif masih terjaga dengan baik di Desa Karanganom,” pungkas Kamali.(CIA)

Views: 1