TRENGGALEK, bioztv.id – Berhasil menjadi juara 1 Musabaqoh Hifzil Qur’an (MHQ) internasional yang digelar di Kazan, Republik Tatarstan, Rusia. Kisah Dewi Yukha Nidha ternyata sudah menjalani perjuangan yang cukup panjang. Bahkan, pencapaian ini berawal dari ketidaksengajaan yang mencoba ia tekuni sejak menjadi penghafal Alquran.
Dewi Yukha Nidha atau yang akrab disapa ning Nidha, wanita 24 Tahun asal Desa Ngadisoko, Kecamatan Durenan ini merupakan pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kedungbajul Trenggalek. Ia anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Kiai Ibnu Mu’thi dengan Ibu Nyai Siti Munawarah. Ning Nida mulai menghafal alquran di usia 15 tahun. Dua tahun kemudian, ia telah menyelesaikan hafalan itu. Kiprahnya di perlombaan MHQ bisa dibilang dimulai secara tak sengaja. Awalnya, oleh sang Kiai, ia diminta untuk mengikuti lomba MHQ tafsir bahasa arab. Tapi saat itu ia sempat menolaknya. Kemudian permintaan sang kyai itu diulang sampai tiga kali. Hingga akhirnya ia merasa sungkan, dan akhirnya mau.
Lebih lanjut Ning Nidha menyampaikan, memulai ikut lomba MHQ pada Tahun 2015. Selain berkiprah di perlombaan nasional, ia juga beberapa kali mengikuti lomba MHQ tingkat internasional di berbagai negara. Yakni di Jordania pada Tahun 2017 dan di Uni EMirat Arab (UEA) pada tahun 2020. Pencapaiannya dalam lomba hafalan 30 juz di Rusia ini merupakan pencapaiannya tertinggi yang pernah ia jalani.
Ning Nidha juga menjelaskan, selama menjalani perlombaan di Rusia ia mengaku perlu banyak beradaptasi dalam berbagai hal. Diantaranya ia harus membiasakan diri tak makan nasi. Belum lagi suhu udara yang dingin. ning Nidha juga menegaskan jika capaian dari kejuaraan ini bukan akhir dari perjuangannya. Tapi ini adalah amanah yang begitu besar. Sehingga setelah ini ia berencana mengembangkan standarisasi bacaan alquran di Trenggalek sesuai ilmu yang pernah ia dapat,
Views: 974
















