TRENGGALEK, bioztv.id – Kembali rayakan tradisi lebaran ketupat, Bupati Trenggalek sebut momen lebaran ketupat pada tahun ini lebih klhidmat dari tahun tahun sebelumnya. Pasalnya, pada Tahun ini tradisi perayan kirab di Kecamatan Durenan digelar pada malam hari. Sehingga pada siang harinya warga bisa lebih fokus silaturohmi ke sanak Family.
Berdasarkan keterangan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, pada tahun ini dari pihak pondok dan masyarakat telah sepakat untuk memisah kegiatan pawai ketupat dan silaturahmi. Pemisahan ini, menjadikan tradisi ketupat semakin khidmat. Disisi lain, yang paling wajib dalam tradisi kupatan adalah setiap orang yang berkunjung wajib menikmati sajian ketupat gratis.
Keluarga Pengasuh Pondok Pesantrean Babul Ulum Kecamatan Durenan, Muhammad Yunus Fudel mengungkapkan, tradisi kupatan selalu dilakukan pada lebaran ke 7 dan 8. Hal ini dilakukan karena, pada lebaran ke 2 hingga lebaran ke 6, keluarga dan leluhur pondok menjalankan puasa syawal. Bahkan selama itu, keluarga pondok tidak menerima tamu.
Tradisi kupatan ini sudah ada sejak pendiri ponpes babul ulum durenan yakni mbah kyai mesir. Jika dihitung, kupatan ini sudah berjalan lebih dari 300 tahun. Sedangkan adanya hiburan dalam tradisi kupatan, itu baru ada sejak 7 tahun lalu. Untuk mempertahankan tradisi yang sudah berusia ratusan tahun ini, keluarga pondok dan masyarakat hanya memiliki komitmen. Dimana masyarakat juga sudah memahami tradisi kupatan sejak dahulu kala. Oleh karena itu, tradisi kupatan selalu diadakan setiap tahun ketika lebaran.
Views: 104
















