TRENGGALEK, bioztv.id – Kangen ikut rayakan tradisi lebaran ketupat atau Kupatan, Pasangan selebriti yang sudah merambah jalur Politik, Arumi Bachsin dan Emil Dardak mudik ke Trenggalek, Jawa Timur. Dalam setiap tahunnya, Arumi dan Emil selalu menyempatkan diri agar bisa kupatan langsung di pusatnya tradisi ini dilahirkan. Yakni di Ponpes Babul Ulum Durenan.
Menurut Arumi Bachsin, salah satu moment berkesan saat ia pertama kali tinggal di Trenggalek adalah tradisi kupatan. Yakni lebaran ketupat pada H+7 Idul Fitri 1445 H,2024 M. Pada moment kupatan suasana lebaran di Trenggalek terlihat jauh lebih ramai dari hari hari biasanya. Khususnya di wilayah Kecamatan Durenan. Bahkan jalanan sampai mancet.
“Jadi semenjak dulu kami di Trenggalek itu jadi kenal sama tradisi kupatan. Jadi karena ramainya, kalau momen kupatan itu jalanan di Trenggalek malah macet kan, Padahal jarang-jarang banget di Trenggalek macet,” Ujar Arumi.
Momentum perayaan labaran ketupat seperti ini hanya bisa Arumi Bachsin temukan di Trenggalek, sehingga ia selalu berusaha untuk menyempatkan diri agar selalu bisa mengikuti tradisi lebaran ketupat di Trenggalek. Karena bagi Arumi Bachsin, Tradisi Kupatan ini menjadi salah satu tradisi yang selalu ia kangeni.
“Saat hari-hari Idul Fitri di Trenggalek, pas hari H-nya enggak terlalu ramai di jalanan. tapi pas lebaran ketupat menjadi sangat ramai. Momentum itu saya rasa cuma ada di sini,” Ungkap Arumi.
Saat mengikuti tradisi Kupatan, Arumi dan Emil juga menyempatkan diri untuk mencicipi sajian kuliner Ketupat.
“Bagi saya, kuliner yang bikin kangen banget ya kupatan ini sama ayam lodho khasnya Trenggalek lah,” kata Arumi.
Tradisi Kupatan di Trenggalek tidak hanya menjadi momen untuk merayakan hari raya, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antarwarga. Arumi dan Emil pun berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan oleh generasi muda.
Tradisi Kupatan di Trenggalek memiliki keunikan tersendiri, di mana masyarakatnya akan berbondong-bondong datang ke Pondok Pesantren Babul Ulum, Durenan, yang menjadi cikal bakal lahirnya tradisi ini. Momen ini juga dimanfaatkan warga dari berbagai daerah untuk silaturohmi ke sanak saudara dan kerabatnya yang ada di wilayah Kecamatan Durenan, kabupaten Trenggalek.(CIA).
Views: 2

















