Kasus Narkoba di Trenggalek Melonjak, Satreskoba Polres Ungkap 49 Kasus, BNNK Hanya Ungkap 1

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kasus penyalahgunaan narkoba di Trenggalek, Jawa Timur, selama setahun terakhir meningkat drastis. Hal ini terlihat dari hasil pengungkapan kasus yang dilakukan Satreskoba Polres Trenggalek meningkat 68,96%. Sementara itu, hasil pengungkapan yang dilakukan BNNK Trenggalek selama setahun hanya 1 kasus.

Kepala BNNK Trenggalek, AKBP Suharsi, mengatakan bahwa pada tahun 2023, pihaknya hanya berhasil mengungkap satu kasus peredaran narkoba. Hal ini menjadikan Trenggalek sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan pengungkapan kasus narkoba terendah.

“Di sini memang untuk Trenggalek untuk ungkap kasus itu kita memang berada di 5 besar dari bawah maksudnya yaitu di Jawa Timur,” kata Suharsi, Selasa (2/8/2023).

Meskipun demikian, Suharsi menegaskan bahwa pihaknya tidak berleha-leha dalam memberantas peredaran narkoba. Mereka justru lebih fokus pada pencegahan.

“Jadi pemberantasan tahun 2023 melakukan satu ungkap kasus dan kemudian satu kali razia yang mana pada saat razia itu juga mendapati sopir yang kedapatan membawa narkotika,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo, mengatakan bahwa pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Trenggalek selama setahun terakhir mengalami tren naik.

“Dari ungkap kasus narkoba Polres Trenggalek Tahun 2022 dibanding 2023 ada tren naik. selama setahun terakhir meningkat hingga 68,96%,” kata Gathut.

Rinciannya, pengungkapan kasus peredaran narkoba pada tahun 2023 sejumlah 49 kasus, dengan jumlah tersangka 55 orang. Sementara itu, pada tahun 2022 lalu, ungkap kasus narkoba sebanyak 29 kasus dengan jumlah tersangka 41 orang.

“Untuk barang bukti penanganan kasus narkoba pada tahun 2023 juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata Gathut.

Dari hasil pengungkapan petugas, barang bukti sabu-sabu yang berhasil diamankan mencapai 67,67 gram. Sedangkan pada tahun 2022 lalu hanya 10,3 gram. Artinya, BB sabu-sabu yang diamankan mengalami kenaikan hingga lebih dari 557%.

Untuk hasil ungkap kasus obat-obatan daftar G pada tahun 2023 sejumlah 19.472 butir, sedangkan pada tahun 2022 lalu hanya 5.820 butir. Artinya, pada tahun 2023 mengalami kenaikan hingga lebih dari 234%.

Gathut juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba. (CIA).