Beranda NEWS MOMENT Mas Ipin, Grebeg Selo Bale Berpotensi Menjadi Daya Tarik Wisata

Mas Ipin, Grebeg Selo Bale Berpotensi Menjadi Daya Tarik Wisata

513
BERBAGI

TRENGGALEK – bioztv.id, Ritual adat tahunan petani asal Desa Semurup Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, yang biasa disebut dengan Grebeg Selo Bale ternyata berpotensi menjadi daya Tarik wisata yang layak untuk dikembangkan. Pasalnya, selian ritualnya yang unik, lokasi ritual grebeg selo bale ini juga dilaksanakan di pinggir sungai dengan bebatuan besar yang indah dan cukup menarik.

Berkaca dari kegiatan yang dilakukan selama prosesi ritual Grebeg selo bale, yaitu dengan arak arakan Makanan traditional khas trenggalek berupa Lodho ayam kampong dan nasi kuning, serta pawai seni budaya menuju lokasi ritual yang bertempat di pusat saluran irigasi persawahan, yang berada di kawasan bebatuan selo bale. Tak heran jika banyak kalangan yang menilai jika event seperti ini dikembangkan, akan menjadi salah satu daya Tarik wisata digemari wisatawan.

Menanggapi ritual adat sedekah bumi grebeg selo bale ini, Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Menjelaskan, Salah satu poin penting dari grebeg selo bale ini adalah masyarakat mempunyai inisiasi dalam membuat event di tingkat Desa-nya masing-masing,  Sehingga jika dikembangkan ini bisa menjadi salah satu wisata yang menarik.

Sementara penitia Grebeg Selo Bale, Agung Susilo juga menambahkan, bahwa dirinya bersama warga juga sudah mulai merintis untuk menjadikan kawasan selo bale tersebut sebagai kawasan wisata dengan konsep Kebun batu, konsep tersebut diambil karena kawasan selo bale merupakan kawasan di pinggir sungai yang dipenuhi batu batu besar yang indah.

Perlu diketahui Grebeg Selo Bale ini, merupakan tradisi tahunan sedekah bumi, sebagai wujud syukur petani atas hasil panen yang melimpah, serta menyambut datangnya musim tanam padi ini, dilakukan dengan cara doa bersama dan makan bersama seluruh warga dan pengunjung di kawasan Kebun Batu Selo Bale, dengan menu berupa 121 lodho ayam Kampung dan nasi kuning yang dibagikan gratis kepada pengunjung. Selian itu juga dilakukan pembakaran ogoh ogoh raksasa, sebagai simbol telah dibasminya hama.