Beranda Business Dongkrak Penjualan, Mama Muda Di Trenggalek Kemas Sale Pisang Menjadi Replika Anggur...

Dongkrak Penjualan, Mama Muda Di Trenggalek Kemas Sale Pisang Menjadi Replika Anggur Berwarna

57
BERBAGI

TRENGGALEK, bioztv.id – Dongkrak penjualan untuk produk andalannya, produsen sale pisang oven rumahan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kemas sale pisang olahannya menjadi replika buah anggur warna warni. Dengan bentuk dan warna yang unik ini, terbukti mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya.

Salah satu produsen sale pisang oven yang mengemas produknya menjadi replika buah anggur ini adalah Siska Hayu, warga Desa Sumber, Kecamatan Karangan. Dalam setiap harinya, Siska mengolah sekitar tujuh tundun pisang jenis kawak atau nama lain pisang raja siam, untuk dibuat menjadi salai pisang oven. Hail olahan camilan sale pisang oven ini mempunyai rasa legit dengan tekstur yang lembut setengah lumer ketika disantap.

Menurut SIska Hayu, Cara membuat salai pisang oven ini terbilang mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Yaitu tinggal memilih pisang kawak yang sepenuhnya matang. Setelah siap, pisang dikupas dan diiris tipis memanjang. Hasil irisan ditaruh di atas loyang dan dioven. Usai matang, sale pisang ditiriskan hingga dingin. Lalu sale dibentuk bulat kecil-kecil, dibungkus kertas warna-warni, dan dikemas bergerombol mirip buah buah anggur. Produk olahannya ini tidak hanya dipasarkan di Trenggalek, namun sudah menembus pasar luar kota,  Seperti Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Jombang, dan sekitarnya.  Selain memasarkan secara manual, Siska juga memasarkannya melalui online, dengan memanfatkan sosial media yang ia kelola.

Siska Hayu juga menjelaskan, untuk mendapatkan bahan baku sale pisang ini dirinya tidak merasa kesulitan. Pasalnya, di Kabupaten Trenggalek sendiri petani yang menanam pisang jenis kawak ini masih banyak dan mudah untuk ditemui. Terlebih saat terjadi pandemi corona ini, ia justru bisa mendapat pisang dengan mudah. Soalnya, banyak produsen sale pisang lain yang saat ini justru memilih berhenti produksi.