Home Business Mengintip Cara Mudah Produksi Batik Shibori Ala Emak Emak Napi Rutan Trenggalek

Mengintip Cara Mudah Produksi Batik Shibori Ala Emak Emak Napi Rutan Trenggalek

283
SHARE

TRENGGALEK, bioztv.id – Meski menjalani hukuman sebagai warga binaan, sejumlah napi perempuan di rutan kelas 2B Trenggalek ini tak ingin memenjarakan keratifitasnya begitu saja. Hal ini terbukti dari kreatifitasnya membuat batik shibori, yang karyanya mampu menembus pasar luar kota. Seperti apa prosesnya ?, Yuk ikuti liputannya berikut ini.

Beginilah suasana proses produksi batik shibori yang dilakukan oleh sejumlah warga binaan rutan kelas 2B Trenggalek. Sedikitnya ada sekitar enam warga binaan perempuan yang ikut terlibat dalam kreasi karya batik ciprat,  celup,  dan ikat ini. Proses ini dilakukan di salah satu sudut area rutan, dalam prosesnya  mereka juga memotong-motong kain putih dan melipatnya dengan tekukan-tekukan untuk membentuk pola. Selanjutnya kain tersebut dicelup dengan pewarna, lalu dijemur,  setelah kering,  kain tersebut dibiarkan dulu empat hari,  baru bisa dicuci.

Warga binaan pembuat batik Shibori, Hartini menyampaikan, proses pembuatan batik shibori ini cukup simple dan mudah. Dirinya bisa membuat batik shibori ini berawal dari pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemkab Trenggalek sebelum dirinya menjadi narapidana. Kemudian sat didirnya menjadi Napi, didirnya mengusulkan pembuatan batik ini ke petugas rutan, dan akhirnya disetujui.

Menanggapi hal ini, Kepala Rutan Kelas 2B Trenggalek, Dadang Sudrajat menerangkan, Untuk mendukung karya batik shibori yang dihasilkan warga binaanya ini, pihaknya akan turut membantu proses pemasarannya.

Sampai sedikitnya sudah ada enam warga binaan yang mampu menghasilkan batik shibori dengan berbagai motif, Batik buatan warga binaan Rutan Trenggalek ini memiliki dua macam warna, yakni warna alam dan warna sintetis. untuk warna alamnya dihargai Rp 100.000 per lembar, sementara yang menggunakan warna sintetis atau kimia hanya djual Rp 80.000 rupiah saja.