Home NEWS MOMENT Polemik Lahan Kantor Baru Kesbangpol Berawal Dari Kebijakan Bupati Trenggalek Tahun 2002

Polemik Lahan Kantor Baru Kesbangpol Berawal Dari Kebijakan Bupati Trenggalek Tahun 2002

138
SHARE

TRENGGALEK, bioztv.id – Polemik lahan bangunan kantor baru kesbangpol Trenggalek yang terjadi saat ini diduga berawal dari kebijakan Bupati Trenggalek pada tahun 2002 lalu. Saat itu bupati berencana memanfaatkan lahan milik Kemenkumham tersebut untuk fasilitas umum, dengan sistem tukar menukar barang.

Berdasarkan data yang dihimpun badan keuangan dam asset daerah (Bakeuda) Kabupaten Trenggalek, pada tahun 2002 lalu Bupati Trenggalek berencana memenfaatkan lokasi di jalan Hos Cokroaminoto No.1, atau tepatnya berada disebelah timur pasar sore Trenggalek akan digunakan untuk fasilitas umum. Sementara itu lahan yang ada dilokasi tersebut merupakan lahan milik kementerian hukum dan hak asasi manusia (Kemenkumham). Untuk mengganti lahan tersebut, bupati menawarkan sistem tukar menukar barang berupa bangunan rumah dinas untuk Kepala Rutan Trenggalek dan Bangunan lapangan tenis.

Kepala Badan keuangan dan asset daerah (Bakeuda), Agus Yahya menyampaikan, Sebagai tindak lanjut dari rencana Bupati tersebut, pada atahun 2008 kemarin tim dari Kemenkumham turun ke Trenggalek untuk menghitung nilai tukar menukar barang tersebut. Namun hingga saat ini belum ada keputusan dari kemenkumham, sehingga lahan yang dibangun untuk kantor Kesbangpol tersebut saat ini statusnya masih milik aset Kemenkumham.

Agus Yahya juga menambahkan, Untuk menuntaskan proses tukar menukar aset tersebut,  kedepannya direncanakan akan dibuat sistem saling menghibahkan barang, dan  tidak akan mempertimbangkan nilai dari asset tersebut. Pasalnya, antara Pemkab Trenggalek dan Kemenkumham merupakan sama sama kepanjangan tangan dari pemerintah pusat.