Home Business Keren, Pemuda Kampak Ciptakan Mesin Stone Crusher Ramah Lingkungan Dari Barang Bekas

Keren, Pemuda Kampak Ciptakan Mesin Stone Crusher Ramah Lingkungan Dari Barang Bekas

194
SHARE

TRENGGALEK, bioztv.id – Manfaatkan rongsokan spare part mobil dan motor hingga besi bekas, pemuda asal Kecamatan kampak Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, berhasil menciptakan mesin pemecah batu atau stone crusher ramah lingkungan. Dari mesin buatannya tersebut juga mampu mengurangi pengangguran didaerahnya.

Seperti inilah mesin stone crusher ramah lingkungan karya Edi Susanto alias gempo, Pemuda asal Desa Karangrejo Kecamatan Kampak. Mesin stone crusher ini memang terlihat jauh berbeda dengan mesin stone crusher buatan pabrik pada umumnya, Stone Crusher buatan Edi susanto ini tidak menimbulkan polusi debu seperti mesin pemecah batu pada umunya, pasalnya, pada sistem pemecahan batunya dilakukan di dalam tanah dialiri air. Sehingga suaranya tidak terlalu bising dan tidak menghasilkan debu.

Menurut Edi Susanto, rangkaian mesin stone crusher buatannya ini dirakit dengan memanfaatkan barang barang bekas yang didapat dari pengepul barang bekas, seperti halnya bekas spare part mobil, spare part motor, hingga besi bekas. Untuk merakit mesin stone crusher ini dirinya hanya menghabiskan anggaran sekitar 30 Juta rupiah saja, sedangkan jika membeli mesin stone crusher buatan pabrik harganya mencapai lebih dari 100 Juta rupiah.

Edi Susanto juga menjelaskan, ide pembuatan mesin pemecah batu ini berawal dari banyaknya pengrajin batu koral didaerahnya, yang hanya memanfatkan palu untuk memecahkan batu, sehingga dirinya berinisiatif untuk merakit mesin pemecah batu sendiri agar bisa memudahkan proses pembuatan batu koral.

Inisiatif Edi ini susanto ini juga mendapat sambutan baik dari warga sekitar, pasalnya, dari mesin buatannya ini mampu membuka lapangan pekerjaan baru baru untuk warga sekitar. Hal ini terbukti dari banyaknya warga sekitar yang sebelumnya menjadi pengrajin koral manual, saat ini memilih untuk mencari batu bahan koral saja, dan disetorkan ke tempat Edi Susanto untuk digiling menjadi batu koral.