Home NEWS MOMENT Antisipasi Gagal Panen Saat Kemarau, Sejumlah Petani Di Trenggalek Asuransikan Lahannya

Antisipasi Gagal Panen Saat Kemarau, Sejumlah Petani Di Trenggalek Asuransikan Lahannya

129
SHARE

TRENGGALEK, bioztv.id – Antisipasi terjadinya kerugian gagal panen akibat serangan hama, kekeringan ataupun bencana lainnya, sejumlah petani di Kabupaten Trenggalek memilih asuransikan lahannya. Sehingga saat terjadi gagal panen mereka tinggal mengajukan klaim untuk mendapatkan ganti rugi hasil panennya.

Asuransi yang mejadi rujukan sejumlah petani untuk menyelamatkan hasil panennya tersebut adalah  asuransi usaha tani padi (AUTP) yang dikelola oleh asuransi jasa indonesia (JASINDO).  Premi dalam satu musim tanam dari asuransi tersebut senilai 180.000 rupiah Per Hektarya, meski demikian  para petani hanya perlu membayar 36.000 rupiah saja Per hektarnya, sisanya disubsidi oleh pemerintah daerah.  Sedangkan saat terjadi gagal panen, apabila lahan tersebut biasanya mampu menhasilkan 10 juta hingga 15 juta rupiah per hektarenya, maka bisa mendapatkan ganti rugi sekitar 6 juta rupiah.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Didik Susanto menjelaskan,  berdasarkan  data yang ada, dari 156 hektare sawah padi di Trenggalek yang mengalami gagal panen, saat ini sudah mengajukan klaim AUTP senilai 936, 8 juta rupiah untuk masa tanam pertama tahun 2019 ini. Sedangkan untuk musim taman ketiga saat ini,  total pengajuan gagal panen padi sudah mencapaoi 46 hektare. dari jumlah itu,  baru dua hektare yang tercairkan. sisanya masih mengantre.

Perlu diketahui bahwa,  total lahan pertanian padi di Kabupaten Trenggalek mencapai 12.028 hektare, namun yang sudah terasuransikan selama tahun 2018 kemarin masih kurang dari 50 persen. Untuk mendorong asuransi ini, pihak dinas Pertanian mengaku akan tersu menggencarkan sosialisasi progaram AUTP hingga mencapai target 80 persen